Konfigurasi Multi-Domain di Debian 7 Server - BLOG NGOPREX
MASIGNCLEAN101

Konfigurasi Multi-Domain di Debian 7 Server

 http://blogngoprex.blogspot.co.id/2017/12/konfigurasi-multi-domain-di-debian-7.html

Konfigurasi Multi-Domain di Debian 7 Server - Kali ini saya akan membuat artikel dengan label Admin Jaringan, sobat bisa membaca artikel lainnya yang masih berhubungan dengan artikel ini disini.
Artikel kali ini akan membahas mengenai domain, lengkapnya yaitu sobat sekarang akan membuat domain lebih dari satu di server. Ini bukan seperti subdomain, tetapi ini adalah domain utama. Silahkan klik disini untuk melihat artikel saya tentang membuat subdomain dan pengertian tentang domain.

Jika sobat sudah mengerti apa itu domain, sekarang kita langsung saja kelangkah konfigurasi. Tetapi sebelum memulai, saya asumsikan sobat sudah menginstall paket-paket pada server seperti berikut :

  • Sudah mengkonfigurasi ip address dan sudah terhubung dengan client. Jika belum silahkan baca disini
  • Sudah terpasang paket DNS dan sudah berjalan dengan baik. Jika belum silahkan baca disini
  • Sudah terpasang paket WEB-Server dan sudah berjalan dengan baik. Jika belum silahkan baca disini
  • Sudah terpasang paket FTP dan sudah berjalan dengan baik. Jika belum silahkan baca disini

Kalo sudah mari kita lanjut ketahap konfigurasi.

Pertama jalankan sistem operasi Debian 7 Server sobat, saya disini masih menggunakan mesin virtual dengan VirtualBox untuk menjalankannya.

Langkah pertama, sobat perlu mengkonfigurasi ip address untuk domain baru tersebut. Karena domain baru membutuhkan ip yang berbeda dengan domain yang lainnya. Saya asumsikan ip address tersebut harus satu network dengan ip address domain pertama.

Contohnya, disini saya menggunakan ip address 192.168.19.1 pada server dan domain pertama. Nah, untuk ip address domain baru ini saya akan memberikan ip address yaitu 192.168.19.2. Paham kan maksudnya? πŸ˜ƒ

Untuk perintahnya seperti berikut :
# nano  /etc/network/interfaces

Jika sudah masuk, tambahkan ip address baru tadi di bawahnya, sehingga akan menjadi seperti gambar berikut ini :

Gambar.1 Konfigurasi ip address

Keterangan : Disini kita menggunakan interface virtual dengan interface eth0:0 untuk ip address kedua.

Jika sudah save dengan menekan pada ketboard CTRL+X, Y, Enter. Kemudian restart konfigurasi dengan perintah seperti berikut :
# /etc/init.d/networking restart

Nah, sekarang sobat sudah mempunya ip address untuk domain baru. Langkah selanjutnya yaitu konfigurasi di DNS.

Sekarang sobat akan mengkonfigurasi dan menambahkan domain di file named.conf pada path /etc/bind/named.conf. Perintahnya sebagai berikut :
# nano  /etc/bind/named.conf

Disana, sobat dapat melihat konfigurasi domain dan sudah terdapat domain pertama yang sudah sobat konfigurasi sebelumnya. Berikut contoh script pada file named.conf di Debia Server saya.
Gambar.2 File named.conf

Disana sudah terdapat script untuk domain dengan nama rizafaizal.com, dan script untuk ip address.

Nah, sekarang sobat tinggal tambahkan saja domain baru yang akan ditambahkan, misalnya domain yang akan ditambahkan yaitu : blogngoprex.com, maka tambahkan script seperti berikut  :
zone "rizafaizal.com"{
type master;
file "db.rizafaizal";
};

zone "192.in-addr.arpa"{
type master;
file "db.192";
};

zone "blogngoprex.com"{
type master;
file "db.blogngoprex";
};
Keterangan : Tambahkan script yang ditandai dengan warna biru dibawah.

Jika sudah, save dengan menekan pada keyboard CTRL+X, Y, Enter.

Selanjutnya masuk ke folder bind pada path : /var/cache/bind/ . Lalu kita akan membuat file dengan nama db.blogngoprex di folder itu. Kenapa namanya harus seperti itu? Lihat konfigurasi file diatas, sobat sudah menentukan nama untuk domain blogngoprex.com dengan file db.blogngoprex, jadi otomatis sobat mesti menamai file tersebut dengan nama yang sama dengan konfigurasi sebelumnya.

Untuk membuat dile db.blogngoprex sobat tinggal salin saja file domain sebelumnya. 

Masuk terlebih dahulu ke folder bind pada path : /var/cache/bind/, perintahnya seperti berikut :
# cd  /var/cache/bind

# ls

Keterangan : ls adalah perintah untuk melihat isi folder.

Pada konfigurasi yang saya lakukan, disana terdapat file dengan nama db.rizafaizal, jadi saya akan menyalin file tersebut ke file db.blogngoprex, berikut perintahnya :
# cp  db.rizafaizal  db.blogngoprex

Jika sudah terbuat filenya, edit file tersebut, perintahnya seperti berikut :
# nano  db.blogngoprex

Maka akan tampil seperti gambar dibawah ini.
Gambar.3 File db.blogngoprex

Keterangan : Pada gambar diatas, sobat tinggal mengubah domain rizafaizal.com menjadi domain blogngoprex.com, dan ubah juga ip address menjadi : 192.168.19.2.

Ubahlah manjadi seperti gambar dibawah ini.
Gambar.4 Konfigurasi di file db.blogngoprex

Jika sudah, save dengan menekan CTRL+X, Y, Enter pada keyboard.

Selanjutnya konfigurasi pada file db.192, berikut perintahnya :
# nano  db.192

Disana, tambahkan scrip baru, sehingga akan menjadi seperti gambar berikut.
Gambar.5 Konfigurasi file db.192

Jika sudah save CTRL+X, Y, Enter.
Kemudian sobat tambahkan name server untuk domain baru ini di file resolv.conf, berikut perintahnya :

# nano  /etc/resolv.conf

Tambahkan nameserver dengan ip address 192.168.19.2 seperti gambar berikut.
Gambar.6 Konfigurasi file resolv.conf

Save dengan menekan CTRL+X, Y, Enter pada keyboard jika konfigurasi sudah dilakukan.

Setelah itu, restart konfigurasi DNS, berikut perintahnya :
# /etc/init.d/bind9 restart

Nah, sekarang sobat sudah berhasil membuat domain dengan nama blogngoprex.com.

Langkah selanjutnya yaitu sobat akan mengkonfigurasi web di WEB-Server untuk domain blogngoprex.com ini. Oiya, untuk domain yang pertama dengan nama domain rizafaizal.com sudah saya konfigurasi WEB-Server dengan CMS Wordpress. Nah untuk domain blogngoprex.com ini saya akan mengkonfigurasi WEB-Server dengan Owncloud, jadi nanti saat sobat memasukan Url blogngoprex.com pada browser, maka akan tampil web dengan Owncloud.

Oke langsung saja berikut konfigurasi WEB-Server untuk domain baru :

Pertama, pastikan sudah terdapat file owncloud nya, jika belum silahkan upload menggunakan ftp dari client. Saya disini mengupload menggunakan aplikasi FileZilla, berikut cara menggunaknnya :

Buka aplikasi FileZilla, kemudian disana terdapat Host, Username dan Passwordnya dan Port, isi seperti gambar berikut ini.
Gambar.7 Mengatur ftp di FileZilla

Keterangan : Host yaitu isi dengan domain sobat, Username dan Password isi dengan user yang sudah sobat bikin di debian, dan Port bisa dikosongkan.


Untuk membuat user, perintahnya seperti berikut :
# adduser admin

Keterangan : admin adalah nama user. Dan selanjutnya nanti sobat diperintahkan untuk mengisi password dan repeat password lagi, sehingga sampai pengisian data untuk user sampai pada pemilihan Y/N, dan ketik saja y kemudian enter untuk menyudahi konfigurasi.
Kembali lagi ke FIleZilla, pada menu disebelah kiri itu adalah path untuk mengupload pada directory milik client, dan untuk disebelah kanan itu adalah path folder pada server yang akan menerima file Owncloud. Lihat gambar dibawah ini :
Gambar.8 Mengupload file owncloud ke server debian 7

Disebelah kiri, cari file Owncloud yang sudah sobat siapkan, jika sudah ketemu lalu klik kanan dan pilih Upload, maka secara otomatis file owncloud akan terkirim ke server, tepatnya yaitu di folder admin.

Sekarang masuk ke folder admin di path : /home/admin.
# cd /home/admin

# ls

Disana sudah terdapat file Owncloud, sekarang ekstraks file tersebut sehingga akan terdapat folder, berikut perintah untuk mengekstraks file :
# unzip "owncloud 6.0.3.zip"

Keterangan : Saya asumsikan sobat sudah menginstall paket unzip sebelumnya, perintah untuk menginstall nya seperti ini : apt-get install unzip -y . Dan untuk mengekstraks file saya menggunakan tanda kutip.

Jika sudah, akan terdapat folder dengan nama owncloud 6.0.3. Sobat bisa mengubah nama folder tersebut supaya lebih mudah, caranya seperti berikut :
# mv  "owncloud 6.0.3"  owncloud

Sekarang namanya sudah berubah menjadi owncloud. Selanjutnya masuk pada folder owncloud tersebut :
# cd  owncloud

Posisi sobat sekarang ada di path : /home/admin/owncloud. Lakukan perintah berikut, supaya isi dalam folder owncloud tersebut dapat dijalankan :
# chmod  777  -R  ../owncloud

Nah, sekarang sobat tinggal mengatur di path : /etc/apache2/sites-enabled, masuk ke path tersebut :
# cd  /etc/apache2/sites-enabled

# ls

Disana terdapat file dengan nama 000-default, salin file tersebut ke file blogngoprex, berikut perintahnya :
# cp  000-default  blogngoprex

Lalu masuk ke file blogngoprex.
# nano  blogngoprex

Disana sobat ubah konfigurasinya menjadi seperti gambar dibawah ini.

Gambar.9 Konfigurasi file blogngoprex pada folder sites-enabled

keterangan : pada lingkaran warna merah no.1 adalah untuk menandakan domain yang akan digunakan, yaitu www.blogngoprex.com. Kemudian untuk lingkaran warna merah no 2 dan 3 adalah letak/path dari file owncloud tadi.

Jika sudah, save konfigurasi dengan menekan CTRL+X, Y, Enter pada keyboard.

Langkah terakhir, yaitu me-restart konfigurasi WEB-Server (apache2) supaya konfigurasi dapat dijalankan. Berikut perintahnya :
# /etc/init.d/apache2 restart

Jika berhasil, akan terdapat tanda OK.
Sekarang sobat bisa cek domain blogngoprex.com di client dengan menggunakan web-browser. Maka hasilnya akan seperti gambar dibawah ini.

Gambar.10 Tes domain dan web-server pada web-browser

Sobat tinggal mengatur untuk Owncloudnya. Cara mengatur owncloud nya seperti berikut :

Pertama sobat bikin dulu database di phpmyadmin, caranya yaitu pada web-browser ketik Url : blogngoprex.com/phpmyadmin.

Masuk/login dengan "root" dan password yaitu "123", untuk password sebelumnya saya mengatur pada phmyadmin yaitu "123".

Setelah masuk ke phpmyadmin, disana terdapat menu "Databases", klik itu kemudian buat database dengan nama "own" kemudian klik Create, selengkapnya lihat gambar dibawah.
Gambar.11 Membuat database untuk owncloud

Sekarang sobat sudah mempunya database untuk owncloud dengan nama database yaitu "own". Langkah berikutnya buka kembali situs blogngoprex.com

Disana sobat dipersilahkan mengisi data-data untuk owncloud, isilah datanya menjadi seperti gambar berikut ini.
Gambar.12 Mengisi data yang sesuai untuk owncloud

Keterangan : Pada lingkarang merah no.1 adalah untuk mengisi data untuk akun admin bagi owncloud ini. kemudian untuk lingkaran merah no.2 adalah mengisi data yang sesuai dengan server.

Jika sudah klik saja Finish Setup. Maka konfigurasi owncloud sudah selesai.


Gambar.13 Web dengan owncloud pada domain blogngoprex.com

Jadi kesimpulannya, di server ini terdapat dua domain yaitu : rizafaizal.com dan blogngoprex.com. Untuk domain rizafaizal.com itu sudah terpasang website dengan CMS Wordpress dan untuk domain blogngoprex.com sudah terpasang web Owncloud.

Selesai..

Gimana? sudah paham?
Mungkin sobat merasa sedikit pusing dengan penjelasan diatas, ya karena itulah pembahasan kali ini lumayan pusing 😁

Silahkan tanyakan dikolom komentar jika ada pertanyaan.
Jika dirasa artikel ini bermanfaat silahkan share ke media sosial sobatπŸ˜‰
Share This :
Muh Riza Faizal
Silahkan beri komentar yang membangun buat penulis.
notifications_active Notification
Blog ini membahas seputar konfigurasi jaringan, server dan lainnya yang berhubungan dengan teknologi dan komputer.
Done